Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Usai Bunuh Mertua Dan Ipar Pemuda Ini Sempat Buat Kopi Dan Merokok

 Gerbang berita - Fakta mengejutkan terungkap saat Polres Kendal menggelar reka ulang kasus pembunuhan dengan tersangka Ari Rismawan (31), 


di Mapolres Kendal, Kamis (27/5). Pembunuhan itu sendiri terjadi pada Minggu (9/5) malam. Seorang ibu dan anak, Muhayanah (65) 

dan Catarina Karyati (44) tewas dengan kondisi luka sayatan di leher seperti disembelih di Desa Bangunsari, Kecamatan Pageruyung, Kendal.

Mayat kedua korban ditemukan tetangganya dalam kondisi bersimbah darah di kamar mandi. Saat ditemukan, kedua mayat ditumpuk, dan pintu kamar mandi tertutup rapat

Dari rekonstruksi Satreskrim Polres Kendal bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal kemarin, tergambar bahwa Ari sosok yang sadis dan kejam.

Setelah membunuh, Ari masih sempat bikin kopi dan merokok hingga dua batang di lokasi kejadian. Dalam reka ulang itu, korban Muhayanah dan Catarina diperankan petugas.

Sedangkan tersangka melakukan 54 adengan. Tersangka Ari nekat membunuh mertua, dan kakak iparnya lantaran jengkel, 

karena korban Muhayanah meminta dirinya untuk bercerai dengan putrinya dan meninggalkan anak-anaknya.

Ari mengaku pada saat kejadian, ia sama sekali tidak ada niatan untuk membunuh.
Dia hanya ingin meminta maaf kepada ibu mertuanya karena telah menggadaikan sepeda motor milik Timotius Jovanka, 

anak korban Catarina Sukaryati alias keponakan Ari. Awalnya Ari mengajak Jovanka ke hotel di Pageruyung. Ari membeli minum-minuman keras, dan mabuk bersama Jovanka.

Saat itu ia juga sibuk bermain judi poker secara online. Ari mengalami kekalahan. Melihat Jovanka teler akibat miras, 

Ari keluar dari hotel dengan membawa sepeda motor milik keponakannya itu. Ari kemudian menggadaikan motor tersebut sebesar Rp 10 juta. Uang tersebut lalu dipakai judi online.

 Kurang lebih selama empat jam bermain poker, uangnya kembali ludes. Karena uang habis, Ari merasa takut dan kalut. Ia pun pulang ke rumah mertuanya. 

Tujuannya untuk meminta maaf. Sedangkan Jovanka ditinggal di hotel. “Saya minta maaf karena telah menggadaikan motor Jojo (Jovanka, Red) dan uangnya telah habis untuk berjudi,” 

katanya saat reka ulang, seperti dilansir Radar Semarang. Namun, permintaan maafnya tidak diterima. Korban Muhayanah justru marah besar, dan memaki-maki menantunya itu